Tuesday, September 1, 2009


TRAVELLOUS


Penerbit : Travellous Publishing

Judul Buku : Travellous

Penulis : Andrie Budiman

ISBN : 978-979-19467-0-4

Hal : 213+ xvi

Ukuran : 14 x21

Tahun Terbit : Maret 2009

Harga: 50.000,-

Distributor Tunggal:

CV. Diandra Primamitra Media

“Catatan perjalanan seorang backpacker muda keliling dunia”

Malam berganti malam, dan hari berganti minggu. Saya selalu harap-harap cemas menanti datangnya sebuah kabar yang datang dari teman di pulau seberang. Entah kenapa, saya merasa begitu excited saat mendengar kabar ini terpampang di blognya. Dan saya bagaikan seorang anak yang di janjikan sebuah mainan, mengisi hari dengan penantian yang akhirnya kini terbayar sudah.

Suatu sore, dikala saya sedang terdiam menatap indahnya semburat mentari sore dari beranda rumah saya. tiba-tiba sebuah sms membuyarkan lamunan saya. Dan akhirnya, datang juga kabar itu.

“Dhi, info lengkapnya tentang bukuku sudah aku kirim ke emailmu, cek ya!!”

andrei.

Oalah, betapa girang hati saya membacanya. Sebuah buku yang sudah lama saya tunggu kemunculannya. Sebuah buku yang diangkat dari sebuah blog yang dulu selalu saya kunjungi setiap hari, hanya untuk mengecek apakah ada tulisan baru di blog itu. Sebuah buku yang berisi tulisan-tulisan yang dahulu pernah memberikan inspirasi bagi hidup saya bahkan hingga sekarang. Dan selalu mampu membuat saya tertawa tergelak-gelak bahkan menitikan air mata haru di setiap ceritanya.

————–

Andrei budiman, anak pertama dari tiga bersaudara yang sehari-harinya bekerja sebagai kritikus film Montase dan menghabiskan waktunya menonton banyak film ini. Lahir pada 26 November di ibukota selatan kalimantan. Dikenal sebagai seorang Backpacker dan penulis sejak jaman ia masih berseragam putih abu-abu dulu. (ini katanya lho ya!!hihi, berdasarkan yang saya baca di bagian belakang bukunya.)

Perkenalan saya dengan Andrei dimulai ketika saya memulai aktivitas blogger saya untuk mengenalkan blog kitatentangsemua.com ini kepada blogger lain (baca:blogwalking). Entah dari blog mana saya mendapatkan link ke blog andrei, saya lupa, yang pasti saat itu saya telah terlarut membaca kisah petualangannya bersama seorang gadis bernama Julls dalam cerita “Continue to the north”.

Dengan gaya menulisnya yang benar-benar menarik, seakan-akan membuat saya juga ikut larut dalam semua cerita yang ia tuliskan. Saya benar-benar tidak menyangka kalau beberapa hari berikutnya saya menghabiskan waktu-waktu saya dengan membaca kisah perjalanannya dari awal sampai akhir.

————-

Hemm, jadi begitu mendengar blog ini akan di bukukan, saya segera menghubungi andrei via email, untuk segera memesan sebuah bukunya. Ada banyak kisah yang membuat saya penasaran akan kelanjutan ceritanya, ada banyak juga cerita yang hilang yang tidak sempat di tulis andrei pada blognya. Dan kisah terakhir yang dipostingnya membuat saya bertanya-tanya dan tanya-tanya, apa kelanjutan ceritanya.

Dan pada akhirnya, sampai juga buku ini di tangan saya. Buku yang penuh makna dan inspirasi. Buku yang terdiri dari jurnal-jurnal nyata dari sebuah perjalanan seorang anak manusia menaklukan benua eropa. Dimana didalamnya terdapat berbagai petuah, berbagai macam budaya, Kisah sedih seorang backpacker dan romansa kehidupan cinta seorang anak Banjar yang sangat menyentuh hati saya.Buku ini pula yang telah memberikan inspirasi bagi saya, juga semangat hidup yang dahulu sempat memudar. Seakan-akan buku ini mampu membuat saya bermimpi mengenai masa depan saya yang lebih cerah. Dan dari dalam hati saya yang paling dalam, buku ini merupakan salah satu keajaiban bagi kehidupan saya. Yang sangat berharga dan bermakna.


Book: Tales From The Road



Diterbitkan Agustus 3, 2009 40 Comments
Tags: buku, Jurnal, perjalanan, Tales From The Road


Pengarang : Matatita

Editor : Dhewiberta

Genre : Jurnal

Penerbit : B first (PT Bentang Pustaka)

Tahun Terbit : 2009

Cetakan Ke-I : Juni 2009

Harga: Rp. 25.600

Sewaktu hunting Travellous kemarin, sebenarnya saya sudah melihat buku ini dipajang di salahsatu rak Togamas. Namun karena ketika itu isi dompet saya cuma mengizinkan untuk membeli Travellous, buku ini saya cuekin dulu. Barulah beberapa hari yang lalu buku ini berhasil saya “tebus”. :mrgreen:

Buku ini diangkat dari blognya seorang traveler berpseudoname Matatita. Karena memang seorang lulusan Antropologi (UGM), tulisan-tulisan Mbak Matatita ini sangat kaya dengan ulasan budaya, adat istiadat, dan perilaku masyarakat di tempat-tempat yang pernah dia kunjungi. Menariknya tulisan-tulisan itu disajikan dalam bahasa yang santai. Tips-tips yang disajikan di buku ini juga sangat berguna, terutama bagi traveler kere. :mrgreen:Beberapa hal itulah yang membedakan buku ini dengan buku-buku lain yang sejenis.

Yang membuat saya kagum adalah buku ini Ngindonesia banget. Apa pula itu Ngindonesia? Penulis cukup banyak menulis tentang perjalanan-perjalanannya ke daerah-daerah eksotis di Nusantara. Pembaca seolah disadarkan bahwa masih banyak spots menarik di negeri ini untuk dikunjungi, tak perlu dulu lah keliling dunia.

Akhirnya, lewat buku kecil ini saya hanya ingin menyampaikan satu ajakan: let’s go experiencing different cultures!


Tuesday, August 4, 2009










10 Petualang Modern terbaik di dunia

1. Sir Ranulph Fiennes


Pada tahun 1979,Sir Ranulph Fiennes bersama rekan setimnya Oliver Shepard dan Charlie Burton sebagai manusia pertama yang mengelilingi bumi melewati kedua kutubnya. Perjalanan amat berat sejauh 110.000 mil atau sekitar 200.000 km untuk menuju tempat dengan kondisi paling ekstrem. Disebut ekstrem karena dalam kondisi ‘normal’ saja suhu di wilayah kutub mencapai -50 o C (minus lima puluh derajat Celcius. Sekadar bandingan, suhu rata-rata di Indonesia adalah 30 oC. Tentu Anda masih ingat pelajaran fisika dasar bahwa air membeku pada suhu 0 oC. Akan tetapi, itu belum seberapa. Karena apabila terjadi badai yang biasanya disertai angin kencang, suhu di kutub bisa drop hingga -84o C bahkan lebih.
Pada tahun 1984, ia tercatat dalam the Guinness Book of World Records.persimpangan antartika dan menemukan kota yang hilang di Ubar Oman, yang telah dikuburkan dalam pasir untuk hampir 2000 tahun.
pada tanggal 20 mei 2009,dalam Usia 65 tahun ia sukses mencapai puncak everest dan mencatatkan diri sebagai orang tertua yang sukses mencapai puncak gunung everest.

2.Mike Horn

Pada tahun 1999, Afrika Selatan modern petualang Mike Horn ditetapkan untuk mengelilingi dunia sepanjang khatulistiwa tanpa penggunaan kendaraan bermotor. Lintang Zero ekspedisi yang dimulai di Gabon, dari Horn yang melintasi Samudera Atlantik di delapan meter trimaran. Dia traversed Amerika Selatan dan Afrika pada kaki oleh sepeda gunung. Sejak menyelesaikan Lintang Zero ekspedisi, Horn telah mencapai Kutub Utara dengan berjalan kaki dan naik dua puncak 8.000 meter. Saat ini ia memimpin Pangaea Expedition, empat tahun ekspedisi pemuda di seluruh dunia yang ditujukan untuk meningkatkan perlindungan lingkungan dan konservasi sumber daya alam.

3.Dr. Bertrand Piccard

Dr. Bertrand Piccard (lahir 1 Maret 1958; umur 51 tahun) merupakan seorang psikiatris dan balonis asal Swiss.Ia lahir di Lausanne, kanton Vaud. Kakeknya Auguste Piccard dan ayahnya, Jacques Piccard, dikenal sebagai balonis dan penemu.

Tumbuh di sebuah keluarga balonis dan penjelajah dasar laut, Bertrand selalu terpesona dengan penerbangan. Sebagai anak-anak, ia dibawa ke peluncuran beberapa pesawat luar angkasa dari Tanjung Canaveral. Ia menjadi seorang pilot hang-glider dan memiliki ketertarikan pada penerbangan pesawat ultra-ringan, juga balon gas yang rekornya dicetak oleh kakeknya.

Ia adalah seorang dosen dan pengawas di Swiss Society for Medical Hypnosis.
Tanggal 1 Maret 1999 Piccard dan Brian Jones lepas landas dengan balon Breitling Orbiter 3 dari Château d'Oex di Swiss dalam sirkumnavigasi balon non-stop pertama mengelilingi dunia. Mereka mendarat di Mesir setelah penerbangan sejauh 45.755 kilometer selama 19 hari, 21 jam dan 47 menit. Atas keberhasilan ini, ia memperoleh penghargaan termasuk Harmon Trophy, FAI Gold Air Medal dan Charles Green Salver.

Tahun 2004, ia mengumumkan sebuah proyek, bekerjasam dengan Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), untuk sebuah pesawat glider bertenaga surya, jarak jauh, dan berkursi satu bernama Solar Impulse. Proyek ini dijuluki sebagai "petualangan manusia terbesar". Piccard merencanakan membuatnya tahun 2007, dan melakukan penerbangan ujicoba pendek tahun 2008. Ia memperoleh dukungan finansial dan teknis dari beberapa firma Eropa, sehingga tampaknya Solar Impulse adalah pesawat Eropa, bukan Swiss, meskipun dukungan pengetahuan diberikan oleh EPFL. Rencananya adalah mengelilingi dunia dengan beberapa pilot cadangan, terbang di atas awan pada siang hari dan di ketinggian rendah pada malam hari di suatu waktu tahun 2011.

4.Ed Viesturs

Ed Viesturs,a high-altitude mountaineer, tidak takut untuk tidak melakukan puncak. Dalam upaya pertama untuk mendaki puncak gunung Everest, ia berpaling hanya sekitar 300 kaki pendek dari atas, karena kondisi yang tidak ideal. Viesturs memiliki motto: "Getting to the top is optional, getting to the bottom is mandatory." Ini dia yang memiliki reputasi sebagai pendaki paling bertakwa. Namun, ia telah menyelamatkan hidupnya lebih dari sekali dan tidak mencegah dia untuk mencapai tujuan itu. Pada tahun 2005,Viesturs menjadi orang Amerika yang pertama dan menjadi ke 14 dari seluruh dunia mencapai puncak 8000 meter.

5.John Goddard

John Goddard si petualang sejati; pada usia 15 tahun, ia membuat daftar 127 petualangan menantang dan menghabiskan seumur hidup mereka memeriksa satu per satu. Sampai saat ini, yang sudah dicapai Goddard 109 item dari daftar asli plus lebih dari 500 item tambahan yang ditambahkan dia. Daftar item sebagai meliputi beragam sebagai pendakian Gunung Kilimanjaro, naik sebuah burung unta dan muncul dalam film Tarzan. Dalam proses ini, dia telah pengeluaran dunia beberapa catatan sipil sebagai pilot jet. Goddard dari prestasi yang digali mencakup keseluruhan panjang dari sungai Nil dan Kongo, yang kembali langkah-Marco Polo dan Alexander the Great, merpati Great Barrier Reef,learned to fance , dan menyaksikan sebuah upacara kremasi di Bali.(wah mayan juga nih bali menjadi salah satu tujuannya,hehehe).

6.Tudor Parfitt

Dijuluki "the real Indiana Jones," Dia memulai petualngannya di tahun 1980-an ketika dia bertemu dengan anggota dari suku Lemba, sebuah suku di selatan Afrika yang diyakini memiliki keturunan untuk orang-orang Yahudi dari Israel kuno. Lemba yang dikatakan Parfitt cerita dari "ngoma" - kontainer kayu yang digunakan untuk menyimpan benda keramat. Parfitt segera datang ke percaya bahwa obyek mungkin hilang Ark of the covenant. Dia mulai di bawah Gua Zedekiah dari Yerusalem. Untuk menjelaskan dalam Indiana Jones istilah, garis merah pada peta kiri Yerusalem untuk Yordania, kemudian ke Yaman, yang memanjang ke Mesir, Ethiopia, dan mendarat di Zimbabwe. Karyanya adalah pokok 2008 dokumenter dan sebuah buku.

7.Benedict Allen

Benedict Allen merencanakan sebuah ekspedisi dari Orinoco River di muara ke Amazon, Allen mengembangkan rencana bahwa ia akan melakukan itu semua untuk masa depan perjalanan: Daripada mengandalkan sponsor, maka ia membenamkan dirinya dalam melindungi lingkungan dan masyarakat adat dalam harapan bahwa mereka akan membantunya dalam perjalanan. Allen akhirnya melakukan menyeberangi Orinoco dengan kelompok masyarakat lokal, namun dalam proses ia tertangkap dua jenis malaria, telah diserang oleh gold miners dan harus makan anjing sendiri untuk bertahan hidup.

Allen adalah pengarang dari tujuh petualangan travelogues, dan memiliki beberapa film dokumenter tentang perjalanan-Nya. Yang pertama, The Raiders of the Lost Lake, berikut ia melakukan perjalanan melalui Peruvian jungles mencari "wild lake" rumah "super snake."

8.Rob Gauntlett and James Hooper

keduanya berusia 21 tahun,Pada tahun 2008, National Geographic Society memberi nama "Adventure of the Year" dengan menyelesaikan perjalanan sejauh 22.000 mil dari Utara magnetis ke magnetis Selatan Poles. Mereka hanya manusia dan dengan kekuatan alam untuk mencapai prestasi ini, melalui dogsledding Greenland, bersepeda melalui Amerika dan berlayar ke Antartika. Di atas kenyataan bahwa ekspedisi ini tidak pernah dicoba oleh siapapun sebelumnya, tidak pernah ada sebelumnya orang yang berlayar atau dogsledding experience. dia adalah Gauntlett Rob dan James Hooper. Pasangan yang baru saja naik gunung Everest tanpa memiliki pengalaman sebelumnya naik, picking up sebagai keterampilan mereka pergi.
Gauntlett meninggal saat pendakian es di Perancis Alps pada Januari 2009.

9.Jason Lewis

Jason lewis adalah seorang petualang asal inggris,pada tahun 1994 ia bersama dengan temannya steve smith mencoba mengelilingi dunia dengan hanya menggunakan tenaga manusia tanpa bantuan mesin.namun lima tahun kemudian steve smith meninggalkan petualangan di Hawaii pada 1998 untuk melanjutkan kepentingan lain saat mereka berusaha menyeberangi Pasifik dari San Francisco ke Australia sementara jason lewis tetap melanjutkan petualangannya,ia melintasi 5 benua,2 samudera dan laut.
Untuk memulai petualangannya, dia terlebih dahulu naik sepeda sejauh 3.000 kilometer dari Turki lewat Bulgaria, Rumania, Austria, dan Jerman sampai Oostend di Belgia, tempat perahu menunggunya.

Selama pelayarannya mengelilingi dunia itu, dia tenggelam di Samudera Atlantik Utara, mengalami patah tulang kedua kakinya, dikejar buaya di Australia, dan ditangkap atas tuduhan mata-mata di Mesir dan diancam hukuman 40 tahun penjara.

Lewis, yang berewokan dan tampak letih, melintasi garis Greenwich Meridian di Observatorium Kerajaan dengan membawa perahunya. Dia dibantu para pendukung dan penggemarnya.

10.Tom Avery

At 27, Tom Avery menjadi orang Britania Raya termudaa yang mencapai Kutub Selatan dengan berjalan kaki. menjadi sorotan terhadap karirnya pada tahun 2005, ketika ia berangkat untuk mengulang ekspedisi yang pernah dilakukan Robert Peary pada tahun 1909 ke Kutub Utara. Ekspedisi peary menjadi subyek yang kontroversial karena dalam waktu 37 hari,peary berhasil melintasi 413 mil laut di arktik, hal dianggap mustahil karena terlalu cepat.Dilengkapi dengan dogsleds kayu yang mirip dengan yang digunakan pada 1909 dan Peary journal, Avery berusaha mengkonfirmasikan pendakiannya. Pada akhirnya, ia dan timnya berhasil mencapai Kutub dalam 36 hari, 22 jam dan 11 menit, lengkap lima jam lebih cepat dari Peary.



(sumber : http://www.forumkami.com/forum/cafe/16497-10-petualang-modern-terbaik-di-dunia.html)